Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat.
Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.
Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.
Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
* Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
* Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
* Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.
Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena :
* Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
* Mampu meningkatkan motivasi pekerja.
* Melindungi prinsip kebebasan berniaga
* Mampu meningkatkan keunggulan bersaing.
Tidak bisa dipungkiri, tindakan yang tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi dan lain sebagainya. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan.
Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika bisnis, pada umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis, misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier.
Perlu dipahami, karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus semaksimal mungkin harus mempertahankan karyawannya.
Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :
* Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct)
* Memperkuat sistem pengawasan
* Menyelenggarakan pelatihan (training) untuk karyawan secara terus menerus.
Sumber : http://www.anneahira.com/artikel-umum/etika-bisnis.htm
Senin, 29 November 2010
Tanggung Jawab Perusahaan
Tanggung jawab perusahaan / CSR semakin populer dan marak diterapkan di perusahaan-perusahaan. CSR adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya meningkatkan keuntungan perusahaan secara financial, tetapi secara sosial ekonomi. Bahkan sering diidentikkan sebagai corporate giving, corporate philanthropy, corporate community relations, dan corporate development.
Ditinjau dari motivasinya, keempat nama itu bisa dimaknai sebagai dimensi atau pendekatan CSR. Jika corporate giving bermotif amal atau charity, corporate philanthropy bermotif kemanusiaan dan corporate community relations bernapaskan tebar pesona, community development lebih bernuansa pemberdayaan. CSR yang baik (good CSR) memadukan empat prinsip good corporate governance, yakni fairness, transparency, accountability, dan responsibility, secara harmonis. Ada perbedaan mendasar di antara keempat prinsip tersebut (Supomo, 2004). Tiga prinsip pertama cenderung bersifat shareholders-driven karena lebih memerhatikan kepentingan pemegang saham perusahaan. Sementara itu, prinsip responsibility lebih mencerminkan stakeholders-driven karena lebih mengutamakan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap eksistensi perusahaan. Stakeholders perusahaan bisa mencakup karyawan beserta keluarganya, pelanggan, pemasok, komunitas setempat, dan masyarakat luas, termasuk pemerintah selaku regulator.
Namun demikian, prinsip good corporate governance jangan diartikan secara sempit. Artinya, tidak sekadar mengedepankan kredo beneficience (do good principle), melainkan pula nonmaleficience (do no-harm principle) (Nugroho, 2006). Perusahaan yang hanya mengedepankan benificience cenderung merasa telah melakukan CSR dengan baik.
Sumber : http://www.tekmira.esdm.go.id/currentissues/?p=303
Ditinjau dari motivasinya, keempat nama itu bisa dimaknai sebagai dimensi atau pendekatan CSR. Jika corporate giving bermotif amal atau charity, corporate philanthropy bermotif kemanusiaan dan corporate community relations bernapaskan tebar pesona, community development lebih bernuansa pemberdayaan. CSR yang baik (good CSR) memadukan empat prinsip good corporate governance, yakni fairness, transparency, accountability, dan responsibility, secara harmonis. Ada perbedaan mendasar di antara keempat prinsip tersebut (Supomo, 2004). Tiga prinsip pertama cenderung bersifat shareholders-driven karena lebih memerhatikan kepentingan pemegang saham perusahaan. Sementara itu, prinsip responsibility lebih mencerminkan stakeholders-driven karena lebih mengutamakan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap eksistensi perusahaan. Stakeholders perusahaan bisa mencakup karyawan beserta keluarganya, pelanggan, pemasok, komunitas setempat, dan masyarakat luas, termasuk pemerintah selaku regulator.
Namun demikian, prinsip good corporate governance jangan diartikan secara sempit. Artinya, tidak sekadar mengedepankan kredo beneficience (do good principle), melainkan pula nonmaleficience (do no-harm principle) (Nugroho, 2006). Perusahaan yang hanya mengedepankan benificience cenderung merasa telah melakukan CSR dengan baik.
Sumber : http://www.tekmira.esdm.go.id/currentissues/?p=303
Jumat, 22 Oktober 2010
Nike Dinilai Langgar Etika Bisnis
Produsen sepatu ojahraga Nike memutuskan kontrak kerja dengan PT Hardaya Aneka Shoes Industri (HASI) DAN PT Naga Sakti Parama Shoes Industri (NASA). Padahal HASI dan NASA telah bekerja sama dengan Nike lebih dari 20 tahun. Kehadiran Nike sendiri di Tanah Air atas undangan PT Central Cipta Murdaya (CCM).
Dirut CCM Hartati Murdaya Poo mengatakan, perseroan tidak bisa menerima keputusan secara sepihak ini. Nike beralasan produk HASI dan NASA tidak memenuhi Standart Internasional seperti yang dipersyaratkan Nike. Jadi alasan inilah yang tidak dapat diterima HASI dan NASA, apalagi Nasa berada diurutan tiga terbaik dari semua mitra Nike yang ada di dunia.
Nike saat ini memiliki 34 mitra bisnis global dan 7 diantaranya dari Indonesia. Lima perusahaan lainnya yaitu Perusahaan Modal Asing (PMA) asal Taiwan dan Korea Selatan, yakni Adis, Feng Tay, Pou Chen, Pratma, dan KMK.
Sumber : http://www.suarapembaruan.com/News/2007/07/03/Ekonomi/eko.htm
Komentar saya :
Memang Nike melanggar etika bisnis kalau memutuskan kontrak kerja secara sepihak. Jika memang NASA dan HASI tidak memenuhi persyaratan kualitas Internasional, perlu diadakannya pengecekan dari pihak luar (selain Nike, NASA dan HASI) karena jika memang NASA dan HASI tidak memenuhi kualitas produk Internasional, maka Nike berhak menuntut NASA dan HASI. Jikalau tidak terbukti, maka pihak Nike lah yang berbohong, NASA dan HASI pun berhak menuntut. Tetapi jika masalahnya satu perusahaan yang melanggar kontrak kerja sepihak, ini memang terbukti salah.
Dirut CCM Hartati Murdaya Poo mengatakan, perseroan tidak bisa menerima keputusan secara sepihak ini. Nike beralasan produk HASI dan NASA tidak memenuhi Standart Internasional seperti yang dipersyaratkan Nike. Jadi alasan inilah yang tidak dapat diterima HASI dan NASA, apalagi Nasa berada diurutan tiga terbaik dari semua mitra Nike yang ada di dunia.
Nike saat ini memiliki 34 mitra bisnis global dan 7 diantaranya dari Indonesia. Lima perusahaan lainnya yaitu Perusahaan Modal Asing (PMA) asal Taiwan dan Korea Selatan, yakni Adis, Feng Tay, Pou Chen, Pratma, dan KMK.
Sumber : http://www.suarapembaruan.com/News/2007/07/03/Ekonomi/eko.htm
Komentar saya :
Memang Nike melanggar etika bisnis kalau memutuskan kontrak kerja secara sepihak. Jika memang NASA dan HASI tidak memenuhi persyaratan kualitas Internasional, perlu diadakannya pengecekan dari pihak luar (selain Nike, NASA dan HASI) karena jika memang NASA dan HASI tidak memenuhi kualitas produk Internasional, maka Nike berhak menuntut NASA dan HASI. Jikalau tidak terbukti, maka pihak Nike lah yang berbohong, NASA dan HASI pun berhak menuntut. Tetapi jika masalahnya satu perusahaan yang melanggar kontrak kerja sepihak, ini memang terbukti salah.
Jumat, 15 Oktober 2010
BISNIS ONLINE
Bisnis Online
Ialah Jual beli barang-barang melalui internet bertujuan untuk menghasilkan laba.
Mengapa internet?
Karena di era globalisasi saat ini, internet lah yang paling gencar digunakan seluruh dunia. Di mana seluruh dunia dapat melihat foto / gambar dagangan yang diperjual belikan. Barang-barang yang diperjual belikan tidak semuanya sama persis sesuai perkiraan, karena internet berbeda dengan dagangan yang di perjual belikan secara langsung. Secara langsung pedagang yang menjual belikan barangnya langsung kepada konsumen, dan konsumen pun dapat melihat, memegang barang tersebut. Berbeda dengan bisnis online, karena internet hanya dunia maya, di mana barang-barang yang diperjual belikan tidak dapat dilihat atau disentuh secara langsung. Keuntngan dari bisnis ini ialah, tidak perlu jauh jauh untuk mencarinya. Cukup dengan menggunakan internet, dimana pun konsumen atau pedagang berada bisa melakukan jual beli.
Bisnis online juga tidak semuanya baik yang menjualnya, karena sering juga terjadinya kebohongan. Kebohongan biasanya dilakukan setelah konsumen mentransfer uang kepada penjual, tapi penjual tidak mengirimkan barang yang di jualkan kepada konsumennya. Ini berarti si penjual menipu. Jadi tidak masalah kita melakukan bisnis online, tetapi harus hati –hati sebagai konsumen. Cari informasi yang sebanyak-banyaknya tentang si penjual. Oke.
Ialah Jual beli barang-barang melalui internet bertujuan untuk menghasilkan laba.
Mengapa internet?
Karena di era globalisasi saat ini, internet lah yang paling gencar digunakan seluruh dunia. Di mana seluruh dunia dapat melihat foto / gambar dagangan yang diperjual belikan. Barang-barang yang diperjual belikan tidak semuanya sama persis sesuai perkiraan, karena internet berbeda dengan dagangan yang di perjual belikan secara langsung. Secara langsung pedagang yang menjual belikan barangnya langsung kepada konsumen, dan konsumen pun dapat melihat, memegang barang tersebut. Berbeda dengan bisnis online, karena internet hanya dunia maya, di mana barang-barang yang diperjual belikan tidak dapat dilihat atau disentuh secara langsung. Keuntngan dari bisnis ini ialah, tidak perlu jauh jauh untuk mencarinya. Cukup dengan menggunakan internet, dimana pun konsumen atau pedagang berada bisa melakukan jual beli.
Bisnis online juga tidak semuanya baik yang menjualnya, karena sering juga terjadinya kebohongan. Kebohongan biasanya dilakukan setelah konsumen mentransfer uang kepada penjual, tapi penjual tidak mengirimkan barang yang di jualkan kepada konsumennya. Ini berarti si penjual menipu. Jadi tidak masalah kita melakukan bisnis online, tetapi harus hati –hati sebagai konsumen. Cari informasi yang sebanyak-banyaknya tentang si penjual. Oke.
BISNIS
Pengertian Bisnis
Bisnis berasal dari Business – Busy – Sibuk
“ Sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan”.
Menurut Machfoedz, bisnis adalah badan usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Tujuan Bisnis adalah setiap bisnis atau perusahaan yang berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk yang diperlukan oleh konsumen produk dapat berupa barang atau jasa. Sedangkan tujuan dari perusahaan yaitu membuat produk atau jasa untuk mendapatkan laba.
Aspek-Aspek Bisnis :
1. Kegiatan individu dan kelompok
2. Penciptaan nilai
3. Penciptaan barang dan jasa
4. Keuntungan melalui transaksi
Elemen-Elemen Bisnis :
1. Modal
2. Bahan-Bahan (Faktor produksi)
3. Sumber Daya Manusia
4. Keterampilan Manajemet
Sumber :
Tri_s.staff.gunadarma.ac.id/…/files/pengertian+dan+fungsi+bisnis
www.slideshare.net/djhony/beberapa.definisi-bisnis-menurur-para-ahli
Bisnis berasal dari Business – Busy – Sibuk
“ Sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan”.
Menurut Machfoedz, bisnis adalah badan usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Tujuan Bisnis adalah setiap bisnis atau perusahaan yang berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk yang diperlukan oleh konsumen produk dapat berupa barang atau jasa. Sedangkan tujuan dari perusahaan yaitu membuat produk atau jasa untuk mendapatkan laba.
Aspek-Aspek Bisnis :
1. Kegiatan individu dan kelompok
2. Penciptaan nilai
3. Penciptaan barang dan jasa
4. Keuntungan melalui transaksi
Elemen-Elemen Bisnis :
1. Modal
2. Bahan-Bahan (Faktor produksi)
3. Sumber Daya Manusia
4. Keterampilan Manajemet
Sumber :
Tri_s.staff.gunadarma.ac.id/…/files/pengertian+dan+fungsi+bisnis
www.slideshare.net/djhony/beberapa.definisi-bisnis-menurur-para-ahli
Jumat, 01 Oktober 2010
Etika Bisnis
ETIKA BISNIS
Etika Bisnis adalah
pelajaran tentang moral atau etkia yang benar, tentang bagaimana perusahaan mengambil tindakkan agar maksud dan tujuan perusahaan tersebut dapat tercapai.
Prinsip - Prinsip Etika Bisnis
1. Prinsip otonomi
yaitu perusahaan bebas dalam memilih bidang apa yang ingin dipilihnya dan dikuasainya.
2. Prinsip Kejujuran
Kejujuran sangat penting dalam hidup, maka dari itu untuk membuat perusahaan yang sukses, baik pihak internal perusahaan maupun eksternal perusahaan harus jujur dalam bertindak.
3. Prinsip Keadilan
Perusahaan harus bertindak adil kepada pihak - pihak yang berhubungan dengan perusahaan. agar terjalin rasa puas, dengan begitu semangat pekerja pun akan meningkat untuk bekerja.
Jadi bila semua prinsip di jalankan dengan baik, maka akan tercapai tujuan yang akan perusahaan harapkan.
Etika Bisnis adalah
pelajaran tentang moral atau etkia yang benar, tentang bagaimana perusahaan mengambil tindakkan agar maksud dan tujuan perusahaan tersebut dapat tercapai.
Prinsip - Prinsip Etika Bisnis
1. Prinsip otonomi
yaitu perusahaan bebas dalam memilih bidang apa yang ingin dipilihnya dan dikuasainya.
2. Prinsip Kejujuran
Kejujuran sangat penting dalam hidup, maka dari itu untuk membuat perusahaan yang sukses, baik pihak internal perusahaan maupun eksternal perusahaan harus jujur dalam bertindak.
3. Prinsip Keadilan
Perusahaan harus bertindak adil kepada pihak - pihak yang berhubungan dengan perusahaan. agar terjalin rasa puas, dengan begitu semangat pekerja pun akan meningkat untuk bekerja.
Jadi bila semua prinsip di jalankan dengan baik, maka akan tercapai tujuan yang akan perusahaan harapkan.
Jumat, 18 Juni 2010
PROPOSAL
PROPOSAL
Pengertian dari proposal adalah rencana kerja yang di susun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal
Persiapan sedari awal sesuatu yang mutlak di perlukan. Idealnya di perlukan beberapa bulan di siapkan karena persiapannya untuk mencari referensi, mengumpulkan bahan, memilih topik dan alternatif topik, hingga menyusun proposal.
Dalam mencari referensi/bahan acuan, pilih jurnal/paper yang mengandung unsur kekinian dan diterbitkan oleh jurnal yang terakreditasi. Jurnal-jurnal top berbahasa asing juga bisa menjadi pilihan. Kalau Anda mereplikasi jurnal/paper yang berkelas, maka bisa dipastikan skripsi Anda pun akan cukup berkualitas.
Sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan.
Jenis Jenis Proposal:
1. Proposal berbentuk formal
2. Proposal berbentuk semi formal
3. Proposal berbentuk non formal
Contoh Proposal Penelitian
Topik :Sistem informasi Gereja
Judul : Sistem Informasi Manajemen Jemaat dan Keuangan Gereja Kristen Indonesia
Latar Belakang : Gereja sebagai lembaga non-profit memiliki kegiatan manajemen, baik yang
berkaitan dengan sumber daya manusia, keuangan, dan juga kegiatan. Jumlah dan perubahan data yang berlangsung secara rutin atau tak tentu memerlukan pengelolaan.
Kegiatan manajemen di gereja pada umumnya meliputi:
- pendataan jemaat yang merekam informasi tentang anggota keluarga, atestasi, babtis, pernikahan, kematian, status dalam jemaat, kegiatan dan peran sertanya dalam pelayanan.
- keuangan yang merekam jumlah dan jenis persembahan rutin, keluar masuk dana atau donasi untuk berbagai keperluan. Kontrol terhadap anggaran untuk keperluan kegiatan atau program gereja, kebutuhan rutin.
- Kegiatan jemaat dan kepengurusan yang merekam personil dalam komisi/kepengurusan/bidang, jadwal kegiatan, transaksi-transaksi yang berkaitan dengan kegiatan gereja misalnya menerima sumbangan barang untuk kegiatan tertentu
- Manajemen personalia karyawan kantor gereja, penggajian, karyawan tidak tetap(part-timer) dan sebagainya.
Kegiatan manajemen diatas menghasilkan dan memerlukan dukungan data dan informasi yang tidak sedikit jumlah dan ragamnya. Untuk itu penggunaan dan pemanfaatan perangkat lunak komputer diperlukan.
Perumusan Masalah
masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah:
1. bagaimana sistem informasi yang dibangun dapat menjawab kebutuhan informasi yang berkenaan dengan pendataan jemaat, pengelolaan keuangan dan kegiatan jemaat?
2. bagaimana sistem informasi jemaat ini menyajikan laporan statistik yang berkenaan dengan pertumbuhan jemaat, dan keuangan?
Batasan Masalah
1. Sistem informasi dibangun berdasarkan pengelolaan jemaat dan manajemen Gereja Kristen Indonesia
2. Sistem informasi tidak mengelola informasi kepegawaian kantor gereja
Tujuan Penelitian
1. membangun sistem informasi yang dapat diimplementasikan di Gereja Kristen Indonesia yang memiliki aturan dan manajemen yang serupa
2. membangun sistem informasi yang dapat digunakan oleh Gereja Kristen Indonesia dengan mempertimbangkan kemampuan lembaga dan sumber daya manusianya
Landasan Teori
1. Aturan manajemen Gereja Kristen Indonesia
GKI menganut sistem kemajelisan yang menempatkan majelis adalah pengurus tertinggi dari suatu gereja GKI. Pendeta merupakan salah satu anggotanya.
Bidang pelayanan dibagi menjadi 4 bidang: Bidang Pengajaran, Bidang Pembinaan, Bidang Kesejahteraan dan Pelayanan dan Bidang Pengelolaan gereja.
2. Sistem Informasi Manajemen
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah
perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis
sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain effective business system).
Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru. Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari.
Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan:
semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu. Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen melaksanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan.
Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber.
informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan ketiga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen.
Definisi sebuah sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini
menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Spesifikasi Sistem :
Sistem informasi yang dibangun akan memiliki spesifikasi sebagai berikut :
1. Spesifikasi perangkat lunak
- bahasa pemrograman :
- tools :
- sistem operasi
2. Spesifikasi perangkat keras
- Kapasitas memory (harddisk) 20 gbyte
- RAM 256MB
- Processor Pentium 4
- Monitor 14 inch
- dsb
3. Spesifikasi aplikasi (sistem informasi)
- mampu menyajikan laporan statistik jemaat, statistik keuangan
- menyajikan fasilitas pencarian terhadap informasi jemaat, kegiatan, anggaran
Daftar Pustaka :
Armstrong, Nancy S, “Congregational software”. Christian Century, 7 Feb
2001, Vol. 118, No 5, Hal 22. Academic Search Premier. Database On-line.EBSCO.
Armstrong, Nancy S, Spiegel, Aaron R dan Wimmer, John R. “Computer savvy
“. Christian Century, 7 Feb 2001, Vol. 118 No. 5, Hal 20. Academic Search Premier. Database On-line. EBSCO.
SUMBER :
http://chandil.wordpress.com/2007/05/02/definisi-proposal/
http://www.forumskripsi.com/2010/02/tahap-tahap-persiapan-dalam-menyusun.html
http://indonesialanguage.blogspot.com/2008/03/materi-bahasa-indonesia_07.html
http://www.google.com/#hl=en&source=hp&q=contoh+proposal+penelitian&aq=0&aqi=g10&aql=&oq=contoh+proposal+pene&gs_rfai=&fp=f6f642595e92e50c
Pengertian dari proposal adalah rencana kerja yang di susun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal
Persiapan sedari awal sesuatu yang mutlak di perlukan. Idealnya di perlukan beberapa bulan di siapkan karena persiapannya untuk mencari referensi, mengumpulkan bahan, memilih topik dan alternatif topik, hingga menyusun proposal.
Dalam mencari referensi/bahan acuan, pilih jurnal/paper yang mengandung unsur kekinian dan diterbitkan oleh jurnal yang terakreditasi. Jurnal-jurnal top berbahasa asing juga bisa menjadi pilihan. Kalau Anda mereplikasi jurnal/paper yang berkelas, maka bisa dipastikan skripsi Anda pun akan cukup berkualitas.
Sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan.
Jenis Jenis Proposal:
1. Proposal berbentuk formal
2. Proposal berbentuk semi formal
3. Proposal berbentuk non formal
Contoh Proposal Penelitian
Topik :Sistem informasi Gereja
Judul : Sistem Informasi Manajemen Jemaat dan Keuangan Gereja Kristen Indonesia
Latar Belakang : Gereja sebagai lembaga non-profit memiliki kegiatan manajemen, baik yang
berkaitan dengan sumber daya manusia, keuangan, dan juga kegiatan. Jumlah dan perubahan data yang berlangsung secara rutin atau tak tentu memerlukan pengelolaan.
Kegiatan manajemen di gereja pada umumnya meliputi:
- pendataan jemaat yang merekam informasi tentang anggota keluarga, atestasi, babtis, pernikahan, kematian, status dalam jemaat, kegiatan dan peran sertanya dalam pelayanan.
- keuangan yang merekam jumlah dan jenis persembahan rutin, keluar masuk dana atau donasi untuk berbagai keperluan. Kontrol terhadap anggaran untuk keperluan kegiatan atau program gereja, kebutuhan rutin.
- Kegiatan jemaat dan kepengurusan yang merekam personil dalam komisi/kepengurusan/bidang, jadwal kegiatan, transaksi-transaksi yang berkaitan dengan kegiatan gereja misalnya menerima sumbangan barang untuk kegiatan tertentu
- Manajemen personalia karyawan kantor gereja, penggajian, karyawan tidak tetap(part-timer) dan sebagainya.
Kegiatan manajemen diatas menghasilkan dan memerlukan dukungan data dan informasi yang tidak sedikit jumlah dan ragamnya. Untuk itu penggunaan dan pemanfaatan perangkat lunak komputer diperlukan.
Perumusan Masalah
masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah:
1. bagaimana sistem informasi yang dibangun dapat menjawab kebutuhan informasi yang berkenaan dengan pendataan jemaat, pengelolaan keuangan dan kegiatan jemaat?
2. bagaimana sistem informasi jemaat ini menyajikan laporan statistik yang berkenaan dengan pertumbuhan jemaat, dan keuangan?
Batasan Masalah
1. Sistem informasi dibangun berdasarkan pengelolaan jemaat dan manajemen Gereja Kristen Indonesia
2. Sistem informasi tidak mengelola informasi kepegawaian kantor gereja
Tujuan Penelitian
1. membangun sistem informasi yang dapat diimplementasikan di Gereja Kristen Indonesia yang memiliki aturan dan manajemen yang serupa
2. membangun sistem informasi yang dapat digunakan oleh Gereja Kristen Indonesia dengan mempertimbangkan kemampuan lembaga dan sumber daya manusianya
Landasan Teori
1. Aturan manajemen Gereja Kristen Indonesia
GKI menganut sistem kemajelisan yang menempatkan majelis adalah pengurus tertinggi dari suatu gereja GKI. Pendeta merupakan salah satu anggotanya.
Bidang pelayanan dibagi menjadi 4 bidang: Bidang Pengajaran, Bidang Pembinaan, Bidang Kesejahteraan dan Pelayanan dan Bidang Pengelolaan gereja.
2. Sistem Informasi Manajemen
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah
perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis
sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain effective business system).
Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru. Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari.
Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan:
semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu. Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi menajemen melaksanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan.
Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber.
informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan ketiga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen.
Definisi sebuah sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini
menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Spesifikasi Sistem :
Sistem informasi yang dibangun akan memiliki spesifikasi sebagai berikut :
1. Spesifikasi perangkat lunak
- bahasa pemrograman :
- tools :
- sistem operasi
2. Spesifikasi perangkat keras
- Kapasitas memory (harddisk) 20 gbyte
- RAM 256MB
- Processor Pentium 4
- Monitor 14 inch
- dsb
3. Spesifikasi aplikasi (sistem informasi)
- mampu menyajikan laporan statistik jemaat, statistik keuangan
- menyajikan fasilitas pencarian terhadap informasi jemaat, kegiatan, anggaran
Daftar Pustaka :
Armstrong, Nancy S, “Congregational software”. Christian Century, 7 Feb
2001, Vol. 118, No 5, Hal 22. Academic Search Premier. Database On-line.EBSCO.
Armstrong, Nancy S, Spiegel, Aaron R dan Wimmer, John R. “Computer savvy
“. Christian Century, 7 Feb 2001, Vol. 118 No. 5, Hal 20. Academic Search Premier. Database On-line. EBSCO.
SUMBER :
http://chandil.wordpress.com/2007/05/02/definisi-proposal/
http://www.forumskripsi.com/2010/02/tahap-tahap-persiapan-dalam-menyusun.html
http://indonesialanguage.blogspot.com/2008/03/materi-bahasa-indonesia_07.html
http://www.google.com/#hl=en&source=hp&q=contoh+proposal+penelitian&aq=0&aqi=g10&aql=&oq=contoh+proposal+pene&gs_rfai=&fp=f6f642595e92e50c
Langganan:
Postingan (Atom)