Kamis, 28 April 2011

job application letter

Keshia Ayunda
Jl. Kramat Sawah 14 No.E357
Rt.12 Rw.07
Jakarta 10440

23th March 2011

To : HRD Manager
Singapore Airlines
Jl. Mawar Merah 4
Jakarta 10022

Dear Sir or Madame,
With all of my respect to you, Let me say that, I would like to apply as an employee (Flight Attendant) into your company. Before that, let me introduce my self back ground to you.
I’m a fresh graduated from S1 Gunadarma Univesity, in Manajement Economy.
For the approved, I enclose my resume in support of my application. I look forward to hearing from you.


Sincerely yours,



Keshia Ayunda

Senin, 29 November 2010

Etika Bisnis Secara Lebih Luas

Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat.

Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.

Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.

Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :

* Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
* Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
* Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.

Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.

Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena :

* Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
* Mampu meningkatkan motivasi pekerja.
* Melindungi prinsip kebebasan berniaga
* Mampu meningkatkan keunggulan bersaing.

Tidak bisa dipungkiri, tindakan yang tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi dan lain sebagainya. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan.

Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika bisnis, pada umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis, misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier.

Perlu dipahami, karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus semaksimal mungkin harus mempertahankan karyawannya.

Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :

* Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct)
* Memperkuat sistem pengawasan
* Menyelenggarakan pelatihan (training) untuk karyawan secara terus menerus.

Sumber : http://www.anneahira.com/artikel-umum/etika-bisnis.htm

Tanggung Jawab Perusahaan

Tanggung jawab perusahaan / CSR semakin populer dan marak diterapkan di perusahaan-perusahaan. CSR adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya meningkatkan keuntungan perusahaan secara financial, tetapi secara sosial ekonomi. Bahkan sering diidentikkan sebagai corporate giving, corporate philanthropy, corporate community relations, dan corporate development.

Ditinjau dari motivasinya, keempat nama itu bisa dimaknai sebagai dimensi atau pendekatan CSR. Jika corporate giving bermotif amal atau charity, corporate philanthropy bermotif kemanusiaan dan corporate community relations bernapaskan tebar pesona, community development lebih bernuansa pemberdayaan. CSR yang baik (good CSR) memadukan empat prinsip good corporate governance, yakni fairness, transparency, accountability, dan responsibility, secara harmonis. Ada perbedaan mendasar di antara keempat prinsip tersebut (Supomo, 2004). Tiga prinsip pertama cenderung bersifat shareholders-driven karena lebih memerhatikan kepentingan pemegang saham perusahaan. Sementara itu, prinsip responsibility lebih mencerminkan stakeholders-driven karena lebih mengutamakan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap eksistensi perusahaan. Stakeholders perusahaan bisa mencakup karyawan beserta keluarganya, pelanggan, pemasok, komunitas setempat, dan masyarakat luas, termasuk pemerintah selaku regulator.

Namun demikian, prinsip good corporate governance jangan diartikan secara sempit. Artinya, tidak sekadar mengedepankan kredo beneficience (do good principle), melainkan pula nonmaleficience (do no-harm principle) (Nugroho, 2006). Perusahaan yang hanya mengedepankan benificience cenderung merasa telah melakukan CSR dengan baik.

Sumber : http://www.tekmira.esdm.go.id/currentissues/?p=303

Jumat, 22 Oktober 2010

Nike Dinilai Langgar Etika Bisnis

Produsen sepatu ojahraga Nike memutuskan kontrak kerja dengan PT Hardaya Aneka Shoes Industri (HASI) DAN PT Naga Sakti Parama Shoes Industri (NASA). Padahal HASI dan NASA telah bekerja sama dengan Nike lebih dari 20 tahun. Kehadiran Nike sendiri di Tanah Air atas undangan PT Central Cipta Murdaya (CCM).

Dirut CCM Hartati Murdaya Poo mengatakan, perseroan tidak bisa menerima keputusan secara sepihak ini. Nike beralasan produk HASI dan NASA tidak memenuhi Standart Internasional seperti yang dipersyaratkan Nike. Jadi alasan inilah yang tidak dapat diterima HASI dan NASA, apalagi Nasa berada diurutan tiga terbaik dari semua mitra Nike yang ada di dunia.

Nike saat ini memiliki 34 mitra bisnis global dan 7 diantaranya dari Indonesia. Lima perusahaan lainnya yaitu Perusahaan Modal Asing (PMA) asal Taiwan dan Korea Selatan, yakni Adis, Feng Tay, Pou Chen, Pratma, dan KMK.


Sumber : http://www.suarapembaruan.com/News/2007/07/03/Ekonomi/eko.htm



Komentar saya :
Memang Nike melanggar etika bisnis kalau memutuskan kontrak kerja secara sepihak. Jika memang NASA dan HASI tidak memenuhi persyaratan kualitas Internasional, perlu diadakannya pengecekan dari pihak luar (selain Nike, NASA dan HASI) karena jika memang NASA dan HASI tidak memenuhi kualitas produk Internasional, maka Nike berhak menuntut NASA dan HASI. Jikalau tidak terbukti, maka pihak Nike lah yang berbohong, NASA dan HASI pun berhak menuntut. Tetapi jika masalahnya satu perusahaan yang melanggar kontrak kerja sepihak, ini memang terbukti salah.

Jumat, 15 Oktober 2010

BISNIS ONLINE

Bisnis Online

Ialah Jual beli barang-barang melalui internet bertujuan untuk menghasilkan laba.

Mengapa internet?
Karena di era globalisasi saat ini, internet lah yang paling gencar digunakan seluruh dunia. Di mana seluruh dunia dapat melihat foto / gambar dagangan yang diperjual belikan. Barang-barang yang diperjual belikan tidak semuanya sama persis sesuai perkiraan, karena internet berbeda dengan dagangan yang di perjual belikan secara langsung. Secara langsung pedagang yang menjual belikan barangnya langsung kepada konsumen, dan konsumen pun dapat melihat, memegang barang tersebut. Berbeda dengan bisnis online, karena internet hanya dunia maya, di mana barang-barang yang diperjual belikan tidak dapat dilihat atau disentuh secara langsung. Keuntngan dari bisnis ini ialah, tidak perlu jauh jauh untuk mencarinya. Cukup dengan menggunakan internet, dimana pun konsumen atau pedagang berada bisa melakukan jual beli.

Bisnis online juga tidak semuanya baik yang menjualnya, karena sering juga terjadinya kebohongan. Kebohongan biasanya dilakukan setelah konsumen mentransfer uang kepada penjual, tapi penjual tidak mengirimkan barang yang di jualkan kepada konsumennya. Ini berarti si penjual menipu. Jadi tidak masalah kita melakukan bisnis online, tetapi harus hati –hati sebagai konsumen. Cari informasi yang sebanyak-banyaknya tentang si penjual. Oke.

BISNIS

Pengertian Bisnis

Bisnis berasal dari Business – Busy – Sibuk
“ Sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan”.
Menurut Machfoedz, bisnis adalah badan usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Tujuan Bisnis adalah setiap bisnis atau perusahaan yang berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk yang diperlukan oleh konsumen produk dapat berupa barang atau jasa. Sedangkan tujuan dari perusahaan yaitu membuat produk atau jasa untuk mendapatkan laba.

Aspek-Aspek Bisnis :
1. Kegiatan individu dan kelompok
2. Penciptaan nilai
3. Penciptaan barang dan jasa
4. Keuntungan melalui transaksi

Elemen-Elemen Bisnis :
1. Modal
2. Bahan-Bahan (Faktor produksi)
3. Sumber Daya Manusia
4. Keterampilan Manajemet

Sumber :
Tri_s.staff.gunadarma.ac.id/…/files/pengertian+dan+fungsi+bisnis
www.slideshare.net/djhony/beberapa.definisi-bisnis-menurur-para-ahli

Jumat, 01 Oktober 2010

Etika Bisnis

ETIKA BISNIS

Etika Bisnis adalah

pelajaran tentang moral atau etkia yang benar, tentang bagaimana perusahaan mengambil tindakkan agar maksud dan tujuan perusahaan tersebut dapat tercapai.

Prinsip - Prinsip Etika Bisnis

1. Prinsip otonomi
yaitu perusahaan bebas dalam memilih bidang apa yang ingin dipilihnya dan dikuasainya.

2. Prinsip Kejujuran
Kejujuran sangat penting dalam hidup, maka dari itu untuk membuat perusahaan yang sukses, baik pihak internal perusahaan maupun eksternal perusahaan harus jujur dalam bertindak.

3. Prinsip Keadilan
Perusahaan harus bertindak adil kepada pihak - pihak yang berhubungan dengan perusahaan. agar terjalin rasa puas, dengan begitu semangat pekerja pun akan meningkat untuk bekerja.

Jadi bila semua prinsip di jalankan dengan baik, maka akan tercapai tujuan yang akan perusahaan harapkan.